Ella Fitzgerald

Ella Fitzgerald in 1968.
Photo courtesy of the Fraser MacPherson estate.

Pertama kali melihat penampilan beliau, yang muncul bukan rasa tertarik, tapi lebih ke rasa heran dan tidak habis pikir. Bagaimana tidak, perempuan kulit hitam, dengan postur tubuh yang cenderung subur, dan memegang sapu tangan kecil saat bernyanyi, kok bisa-bisanya dianggap sebagai penyanyi yang digdaya dan legendaris?

Beda jauh jika dibandingkan dengan penyanyi perempuan saat ini yang penampilannya menarik perhatian, sampai-sampai ada yang membuat jambulnya berbentuk macem-macem dan dinamai macem-macem pula.

Ternyata eh ternyata, setelah lama-lama didengarkan, suara beliau memang dahsyat. Apalagi kemampuan improvisasi scat singing-nya yang bikin saya melongo kagum. Kok bisa ya, seolah-olah waton njeplak dan hanya mengeluarkan suara-suara tanpa arti gitu, tapi kok ya pas dan laras dengan musik yang mengiringinya dan kemudian bisa langsung beliau sambung ke lirik lagu yang sedang dinyanyikan dengan mulus.

Sejak itu, lagu-lagu yang dinyanyikan beliau, seperti My Funny Valentine, Cry Me A River, Someone to Watch Over Me, Mack The Knife, Funny Valentine dan tentu saja Misty, jadi sering menemani kesibukan saya di depan komputer.

Kalo diajak rembukan bab Jazz seluk beluknya, apalagi sejarah penyanyi yang dijuluki The Queen of Jazz ini, saya angkat tangan. Blas ndak tau…

Tapi biarpun ndak tau banyak, masih tetep boleh menikmati to? Maaf tenan lho ini buat mereka yang lebih paham bab jazz dan penganut jazz aliran keras.. 😀

Jadi, ketimbang makin dicacat kanan kiri lebih banyak lagi, dan walaupun agak telat dikit, saya cuman pengen mengucapkan: Selamat ulang tahun Eyang Ella Jane Fitzgerald, situ cen wangun tenan… 🙂

Oh iya, nama Ella juga pernah digunakan sebagai nama untuk WordPress versi 2.1.