“We’re all unlucky in love sometimes. When I am, I go jogging. The body loses water when you jog, so you have none left for tears.” (Chungking Express – 1994)

Jadi gini, kemarin ada ontran-ontran yang menyangkut elit-elit partai, sebenernya saya ndak perduli sih, lha wong saya ya ndak ada niat milih partai itu. Tapi yang menarik adalah, ternyata elit-elit partai itu banyak yang beristri lebih dari satu.

Sebenernya itu juga semula ndak patio tak pikir tapi kemudian saya teringat kawan-kawan saya yang masih jomblo dan berjuang mencari jodoh untuk menemani mereka kelak sepanjang hidup.

Ada ketidakadilan yang ketara di sini (macak kekiri-kirian), memang bener ada pepatah yang berbunyi “all’s fair in love and war”, jadi dalam perang atau cinta, ndak ada itu istilah “fair”, jadi selama belom jadi istri/suami, sebenernya masih boleh ditikung sih 😀 Tapi kan itu kalo dalam kondisi masing-masing yang sama, misalnya kalo dalam perang ya negara lawan negara gitu.

Nah kalo dalam kejadian ini, nampaknya tidak adil deh, bayangkan elit-elit yang tentu saja kuasa, pengaruh, dan tentu saja uangnya melimpah, berebut jodoh dengan mahasiswa-mahasiswa yang jangankan kuasa dan pengaruh, uang saja kadang-kadang mepeett banget.

Tentu saja bermodalkan apa yang dimilikinya, dengan mudah elit-elit itu memperbanyak koleksi jodohnya sementara para jomblo, terkapar tak berdaya di tepi jalan perebutan jodoh. *halah*

But fear not, my friends.. Saya punya ide supaya kita bisa menyamakan peluang dan syukur-syukur memenangkan pertempuran ini. Sederhana saja sebenarnya, yaitu Jogging.

Sebenarnya tidak hanya jogging sih, tapi semua kegiatan olahraga yang menguras keringat secara murah meriah, termasuk bersepeda, skateboarding, atau hanya sekadar jalan sehat. Semuanya bisa, selama murah, meriah, dan dilakukan di pagi hari (OK, ini memang berat buat mereka yang sukar bangun pagi, tapi ini demi jodoh man.. jodoh.. )

Murah menjadi syarat karena umumnya kondisi keuangan mahasiswa pas-pasan, dalam artian mending buat makan, beli baju, atau kongkow ketimbang buat daftar jadi anggota fitness club. Meriah juga masuk menjadi syarat, karena selain biar jogging-nya lebih semangat, juga karena ini kan niatnya cari jodoh, bayangkan kalo tiap jogging dalam suasana nyenyet dan sendirian, bisa nemu jodohnya kapan cobak?

Nah, kalau pagi hari dijadikan salah satu syarat kegiatan ini karena dengan beberapa pertimbangan. Pertama, seperti yang sudah banyak diketahui, udara pagi sangat sehat dan segar karena belum terlalu banyak polusi.

Kedua, ini kesempatan bisa melihat calon pasangan kita dalam kondisi benar-benar asli dan natural, baru bangun tidur, tidak pakai make up, dan berkeringat. Iya, pemandangan gadis muda berkeringat setelah jogging sedang minum dari botol air mineral di pagi hari sangat indah menurut saya.

Ketiga, calon jodoh kita juga akan melihat kita apa adanya, baru bangun, berkeringat, dan mungkin ada yang ingah-ingih kelelahan setelah jogging. Tak apa, setidaknya kita tidak harus berbohong pada diri sendiri hanya supaya dapat jodoh.

Keempat, (dan serius, ini rahasia) menurut saya, elit-elit itu agak kurang suka jogging pagi, kalaupun berolahraga biasanya di tempat-tempat fitnes, dan kalaupun mereka tetep ikut jogging pagi hari, pastinya kalian para jomblo sudah menang penampilan karena akan tampak lebih tampan dan gagah karena masih muda dan seger-seger.. *aawwwrrhh…*

(Sekarang kalian tau kan alasan sebenarnya mengapa banyak tempat-tempat publik digusur dan kegiatan bersepeda di beberapa tempat dipersempit ruang geraknya? Eh tapi ini diem-diem ajaaa..)

Jadi, Minggu pagi yang akan datang, jika cuaca memungkinkan, mari jogging beramai-ramai, siapa tau jodohmu telah berminggu-minggu ada di sana menunggu kalian mensejajarkan langkah untuk mulai pertama kali menyapa lalu berkenalan. Aaamiiinn…

Tapi eh tetapi, jika masih belum dapet-dapet juga setelah beberapa minggu jogging, mungkin quote di awal tulisan yang saya ambil dari film-nya Wong Kar-wai tadi bisa membuat kalian tetap semangat, yang artinya kurang lebih:

Kadang-kadang kita semua mengalami ketidakberuntungan dalam cinta. Kalau saya, saya biasanya jogging. Karena tubuh akan kehilangan cairan saat kita jogging, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk air mata.

Selamat berjuang… 🙂