Yayasan BOS

Orangutan
Sumber: Orangutan.or.id

 

Pagi ini saya baru tahu ada siaran pers dari Kominfo bertajuk “Penanganan Vimeo.com” yang secara garis besar isinya tentang pemblokiran situs Vimeo karena menurut verifikasi Kominfo, di dalam situs video sharing ini terdapat kanal-kanal atau kategori-kategori yang di dalamnya berisi pornografi.

Kominfo melakukan tindakan ini karena berdasarkan laporan dari masyarakat tentang situs bermuatan negatif atau mengandung unsur pornografi, dan situs Vimeo ini termasuk salah satu di dalam situs-situs yang tersebut.

Bahkan dalam siaran pers Kominfo tersebut, disertakan keywords apa saja yang di dalamnya terdapat konten-konten pornografi tersebut. Benar-benar komunikatif dan informatif bukan?

Karena ini membuat orang-orang seperti saya, yang selama ini tidak tahu bahwa konten-konten itu ada di Vimeo, menjadi tahu dan dengan sedikit bantuan beberapa kawan yang paham mengenai jaringan Internet, tidak tertutup kemungkinan tetap bisa mengunjungi konten-konten tersebut.

Jadi di sini, Kominfo secara tak sadar malah mengumumkan di mana bisa didapatkan konten porno tersebut, dan masyarakat tinggal mencari cara yang tepat untuk mengaksesnya. All hell breaks loose… 😀

Sementara di sisi lain, ada sebuah organisasi non-profit Indonesia yang namanya The Borneo Orangutan Survival Foundation, disingkat BOSF, atau dalam bahasa Indonesia namanya Yayasan BOS, yang sejak sekitar 2 tahun lalu adalah pengguna setia Vimeo.

Sesuai namanya, BOSF telah bertahun-tahun berjuang secara langsung di lapangan dan rimba belantara, untuk menyelamatkan orangutan sebagai salah satu satwa dilindungi yang teramat penting bagi kelangsungan lingkungan hidup.

Tentu saja, sesuai tujuan dan aktifitasnya, video-video yang diunggah di Vimeo oleh BOSF adalah video-video aktifitas mereka melindungi orangutan, terutama proses pelepasliaran orangutan kembali ke habitatnya di rimba raya Kalimantan.

Apa jadinya dengan usaha menyebarluaskan perjuangan mereka melindungi dan melestarikan orangutan pada masyarakat luas, jika vimeo.com benar-benar diblok Kominfo? Pindah ke Youtube bukan solusi yang taktis untuk saat ini, karena masih banyak pekerjaan dan tanggungjawab lain yang langsung berkaitan dengan kelestarian orangutan yang harus segera dikerjakan, ketimbang mengurus migrasi video-video tersebut ke penyedia jasa video sharing lain.

Menyedihkannya lagi, berbeda dengan keywords konten porno yang beruntung telah diumumkan Kominfo dalam siaran pers-nya itu, setahu saya hingga sekarang tak satupun link Vimeo berisi video kegiatan pelestarian orangutan dari Yayasan yang membantu Pemerintah melakukan perlindungan satwa yang dilindungi undang-undang tersebut, yang diumumkan oleh Kominfo.

Jangankan membantu menyebarluaskan apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan BOSF serta menghimbau masyarakat Indonesia untuk berperan serta aktif dalam perlindungan orangutan ini dan syukur-syukur melakukan donasi rupiah dalam jumlah besar, nampaknya Kominfo lebih sibuk mengubek-ubek hal-hal porno yang ada di Internet.

Jika Kominfo dengan intensif turut menyebarluaskan informasi tentang usaha perlindungan orangutan tersebut, pasti lebih banyak masyarakat yang mengenal tentang satwa yang dilindungi, bagaimana kondisinya sekarang, bagaimana habitat aslinya, apa saja ancamannya (btw, Kominfo tidak punya hubungan yang akrab dengan pengusaha perkebunan kelapa sawit pengrusak hutan Indonesia, kan?), siapa saja yang berusaha membantu menyelamatkannya, dan negara sudah ngapain aja untuk membantu proses panjang, berat, serta perlu biaya yang tidak sedikit ini.

Terlepas dari itu semua, entahlah, menurut saya kok agak ironis jika TRUST+Positif isi list-nya hanya hal-hal negatif yang ada di Internet (yang pastinya akan terus berubah, bertambah, dan berkembang) dan itu diumumkan, ketimbang memuat, menyebarkan, dan syukur-syukur membuat konten-konten positif Internet Indonesia yang perkembangannya tak kalah cepat dan lebih beraneka ragam.

Jujur saya saya agak kurang ikhlas kalau ingat pajak yang dibayarkan masyarakat Indonesia, salah satunya digunakan buat browsing dan searching situs porno, yang bahkan kalau tidak dimasukkan dalam list TRUST+Positif itu, masyarakat awam tidak ada yang bakal tahu.

Saya lebih ikhlas jika pajak yang dibayarkan, digunakan untuk menyebarluaskan informasi yang benar-benar bermanfaat dan diperlukan oleh masyarakat, sesederhana bagaimana sih memasak yang sehat tanpa harus digoreng dan tak menggunakan MSG, misalnya. Atau bagaimana cara membedakan daging yang benar-benar masih segar, atau yang menggunakan pengawet.

Memang informasi itu sudah ada di Internet, tapi banyak juga kan masyarakat yang belum tahu kalau ada konten seperti itu? Nah, ketimbang masyarakat awam yang masih polos, seperti saya, diracuni secara langsung dengan pengumuman link-link porno apa saja yang diblok, yang akhirnya sangat mungkin bisa dijebol oleh mereka yang lebih handal, kenapa tidak membuat daftar konten-konten yang lebih positif dan bermanfaat, yang saya yakin banyak masyarakat yang belum tahu keberadaannya.

Orang-orang Indonesia sudah sangat banyak kok yang membuat konten positif yang bisa membuat masyarakat Indonesia cukup sibuk menikmatinya sehingga tak tersisa banyak waktu, tenaga, dan mungkin paket Internet, untuk mengakses konten “yang lainnya” itu.

Saya tidak memerlukan jawaban “sekarang udah nggak diblok lagi kok Vimeo-nya”,  tapi yang saya harapkan adalah, pola pikir tentang konten Internet sedikit diubah. Ketimbang memblokir yang negatif, mari kita buat konten-konten yang positif dan benar-benar bermanfaat.

Semoga MENKOMINFO Indonesia mendatang bisa lebih memahami hal ini ya… Aamiiin..