Apakah Band/Musisi Harus Jadi Jawara Billboard Chart Biar Terkenal?

TERKENAL. Pengertian “terkenal” bagi band/musisi memang sangat bisa diperdebatkan. Apalagi kalau masing-masing pihak punya standar sendiri, tanpa melihat standar-standar lain yang ada

Sebutlah misalnya alm. John Tralala. Seniman ini terkenal di daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan wilayah lain yang berpenduduk berasal dari latar belakang budaya Banjar (Kalimantan Selatan, bukan yang di Jawa Barat).

Hingga saat ini bisa dibilang belum ada seniman, musisi, dan sekaligus komedian –terutama yang mengusung kesenian Madihin– yang mampu menandingi sepak terjang beliau.

Contoh lain mungkin Danang Pradana Dieva, atau yang lebih dikenal sebagak Danang KDI. Di tanah kelahirannya, Banyuwangi, ia sangat terkenal. Bahkan bisa disetarakan oleh para penyanyi dangdut pria asal ibukota.

Atau para penggemar film India akan lebih mengenal duet Udit Narayan dan Alka Yagnik, ketimbang Tomiko Van dan Ryo Owatari dari Do As Infinity, misalnya.

Sama halnya dulu saya pernah heran kalau ternyata orang-orang Amerika Serikat tidak mengenal group musik The Scorpion yang lagu “Wind of Change”, “Still Loving You”, dan “Send Me an Angel” pernah merajai radio-radio Indonesia.

Bedanya, dulu saya tidak terus ngeyel lalu membuat-buat alasan pembenaran ketidak tahuan saya.

Saya ikhlas menerima kekeliruan dan menyadari kalau apa yang saya anggap terkenal di sini, belum tentu terkenal di luar negeri.

Demikian pula sebaliknya, kalau selama ini ada band/musisi yang belum saya kenal, bisa jadi sesungguhnya di luar negeri sudah terkenal. Cuma sayanya aja yang kurang baca dan kurang denger, makanya wawasannya sempit.

No. 1 Hit Billboard, Apa Bisa Jadi Ukuran?

Jadi sekali lagi konsep “terkenal” ini akan sangat bisa diperdebatkan.

Oleh karenanya “ukuran” menjadi pernah menjadi nomer 1 hit di Billboard juga sebuah standar “keterkenalan” yang dapat disanggah pula.

Karena ternyata ada kok artis-artis yang di level internasional sudah terkenal, namun bernasib kurang mujur karena tidak pernah meraih peringkat nomer 1 hit di Billboard.

Sebut saja Bruce Springsteen, peraih 9 Grammy Awards, 1 Academy Awards, 2 Golden Globe Awards, dan 5 MTV Awards itu. Ia sampai saat penulisan ini, belum pernah meraih nomer 1 hit di Billboard. Walaupun demikian, siapa sih yang meragukan keterkenalannya?

Kemudian ada lagi Bob Dylan, yang menyabet 11 Grammy Awards, 1 Academy Awards, 1 Golden Globe Awards, serta peraih hadiah Nobel. Ada yang bilang dia kurang terkenal?

Oh, contohnya ketuaan?

Bagaimana dengan One Direction, yang sampai bubar kelompok ini belum pernah meraih peringkat hit nomer 1 Billboard?

Nasib serupa juga dialami Nicki Minaj. Walaupun khusus untuk dia, karena usia masih muda dan karirnya masih relatif baru dibanding penyanyi senior lainnya, masih punya peluang meraih hit nomer 1 Billboard di masa depan.

Sebaliknya, ternyata ada juga artis atau band yang pernah mencapai nomer 1 hit Billboard, kemudian setelah itu kabarnya nyaris tak terdengar lagi.

Misalnya Jan Hammer dengan “Miami Vice Theme”-nya yang pernah menduduki peringkat 1 Billboard pada 9 November 1985. Gregory Abbot yang meraih peringkat satu Billboard pada 17 Januari 1987 dengan “Shake You Down”. Serta Ricardo “RikRok” Ducent yang berkolaborasi dengan Shaggy berhasil ada di puncak jawara Billboard dengan “It Wasn’t Me?” pada 3 Februari 2001.

Apakah Aerosmith Terkenal?

Mungkin bagi mereka yang tidak mengikuti sepak terjang band ini, wajar saja kalau baru tahu dan kenal band Amerika Serikat bernama Aerosmith saat “I Dont Want Miss A Thing” menjadi soundtrack film Armageddon dan meraih nomer 1 hit Billboard pada 5 September 1998.

Namun tahun 1990 Aerosmith sudah dinominasikan di Grammy Awards, dan setahun kemudian meraih Grammy Awards pertama mereka. Lalu disusul dua Grammy Awards lagi pada 1994 dan 1995. Itu masa-masa yang oleh sebagian orang, Aerosmith belum “terkenal”.

Jadi ya buat mereka yang mengikuti perkembangan musik, apalagi penggemar berat Aerosmith tentu saja anggapan band ini tidak terkenal sebelum jadi jawara Billboard, membuat naik darah.

Karena terbukti bahwa bukan jaminan kalau seorang musisi atau sebuah band itu tidak terkenal kalau belum jadi jawara Billboard chart.

Namun, sebaiknya tidak usah emosi, kemudian menyebarkan “ketidaktahuan sekelompok orang” tentang Aerosmith ini lebih luas. Apalagi sampai berkali-kali menyebutkan dan menyebarkannya di berbagai media sosial.

Selain tidak ada untungnya, karena belum tentu pihak yang dimaksud jadi tercerahkan, juga secara tidak sadar malah jadi ikut membantu mereka jadi lebih terkenal. Kan yang rugi kita.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.