Apa yang terlintas dipikiran ketika mendengar kata “Mohenjo Daro” dan “Harappa”? Hayooo.. Jangan googling atau buka wikipedia dulu ya 🙂

Kalau saya tidak salah -karena saya juga tidak buka wikipedia dan googling-, Mohenjo Daro dan Harappa adalah dua tempat di wilayah India, yang di daerah tersebut ditemukan peninggalan-peninggalan kuno dari peradaban tertua di dunia yang pernah ada hingga saat ini.

Apa nama asli dari kedua peradaban tersebut, sampai sekarang belum diketahui, sementara Mohenjo Daro dan Harappa sebenarnya adalah nama “masa kini” yang baru ada beribu tahun kemudian setelah peradaban kuno tersebut musnah.

Dua peradaban tersebut menunjukkan bahwa syarat bagi manusia jaman dahulu untuk ditinggali, berkembang biak, dan bersosialisasi, adalah memilih tempat yang nyaman dan setidaknya mudah untuk mencari dan mengolah bahan-bahan makanan dan penunjang hidup lainnya, sesuai dengan teknologi yang ada pada masa itu.

Hal itu tadi yang mendadak terlintas ketika memasuki kawasan Tumbang Lahung, Kec. Permata Intan, Kab. Murung Raya, sebuah desa di tepi sungai Barito, Kalimantan Tengah.

Melihat desa ini, seolah-olah kembali menyadarkan saya bahwa sesungguhnya di tempat seperti ini peradaban manusia tumbuh dan berkembang, karena dekat dengan alam dan diperlukan kerjasama komunal di sini untuk dapat bertahan hidup dan terus bertumbuh. Bukan di kota yang lalu lintasnya macet, udaranya penuh polutan, dan penghuninya yang makin individualistis.