Hari yang menyebalkan. Gimana endak coba? Dari pertama kali keterima kerja di tempat ini, sampai hari ini selalu aja ada masalah sama anak-anak AE.

Emang bener sih ada yang bilang kalo dalam sebuah perusahaan itu yang paling sering berantem biasanya bagian produksi ama bagian marketing. Biasanya kan bagian marketing pengen sebanyak-banyaknya jual produk ke klien atau konsumen demi tercapainya target yang dikasih perusahaan yang kalo itu tercapai berarti bakal dapat komisi yang akan melipatgandakan pendapatan anak-anak marketing.

Tapi di sisi lain kadang-kadang semangat menjual produk yang kegedean dari bagian marketing itu menjadi beban yang tidak ringan buat bagian produksi. Apalagi karena pertimbangan efektifitas dan efisiensi untuk sementara Divisi Produksi dan Program masih dijadikan satu di kantor ini. Sehingga orang yang bekerja di divisi tersebut kudu jadi seorang copywriter dadakan dan sound engineer serabutan pada saat yang bersamaan. Lengkap sudah beban yang diterima dengan seksama.

Bayangin aja, dari awal-awal udah dibikin perjanjian supaya kalo ngajukan materi iklan paling lambat satu minggu sebelum ditayangkan. Tapi kenyataannya selalu aja ada yang ngajuin jam lima kurang lima belas menit sore hari –dan untuk diketahui, jam pulang karyawan kantor adalah jam lima tepat– bayangkan, pada saat-saat udah mau jam pulang kantor dikasih kerjaan bikin iklan yang harus naik siar besok jam sembilan pagi paling lambat!

Udah gitu kalo diperhatikan keliatannya dari sekian banyak orang –ok, saya terlalu berlebihan, cuman ada tiga orang kok- di bagian produksi mosok cuman saya aja yang sering kebagian bikin iklan instan ala Bandung Bondowoso gini? Mentang-mentang saya yang paling terakhir masuk jadi karyawan sini kali ya?

Mungkin ada seseorang atau sebuah tim di sebuah biro iklan papan atas sana yang dengan kecerdasan yang luar biasa didukung peralatan yang canggih bisa bikin iklan radio dalam waktu hanya lima belas menit. Tapi yang jelas mereka bukan saya… Gila apa.. Lima belas menit…

Dan kalaupun saya mau dan mampu melakukannya, hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat iklan itu adalah menelpon MURI atau perwakilan Guiness Book biar bisa dicatat oleh mereka sebagai “Pembuat Iklan Radio Tercepat di Dunia (mulai dari scriptwriting sampe finishing di dalam bentuk audio dengan format *.wav yang sudah siap on-air)”

Sayangnya (Atau untungnya? Entahlah… ) saya tidak bisa bikin iklan 15 menitan ala mie instan itu. Menanggapi komplein yang saya berikan ini, dengan sok smart ass-nya AE yang ngasih order iklan itu bilang, “Ya udah, dikerjainnya nyicil aja dulu, tulis script-nya sekarang terus minta tolong siapa gitu buat ngisi suaranya. Kalo udah gitu besok pagi kan bisa tinggal ngedit dikit-dikit aja kan?”

Ngedit dikit-dikit? Mbahmu cap AO!!! Emang mereka ndak mikir kalo bikin script itu ndak bisa secepat yang diinginkan, karena itu berarti harus kurang dari lima belas menit –sebab umumnya karyawan lain kalo udah lima lewat dikit udah pada ngilang kecuali penyiar yang sedang bertugas– sehingga masih ada waktu sedikit untuk menarik karyawan-karyawan tetap yang juga penyiar untuk menyumbangkan suara mereka dengan tidak ikhlas. Karena itu berarti mereka pulangnya bakal molor beberapa menit, belum lagi kalo harus take ulang suara berkali-kali karena ada kesalahan-kesalahan kecil tapi cukup menyebalkan.

Nah, kalo misalnya klien berbaik hati dengan menyediakan gambaran script seperti apa yang mau dipakai untuk iklan mungkin bisa cepat pengerjaannya. Tapi kalo klien sama sekali tidak menyediakan script –karena memang bukan tugasnya, lagian buat apa mereka bayar mahal-mahal untuk beriklan di radio kalo mereka bisa bikin iklan sendiri–, hanya menyediakan sebuah ide yang super duper kasar sambil bilang,”Pokoknya Mas, tempat saya nongkrong ini mungkin ndak bisa digolongkan cafe walopun format bangunan dan interiornya emang mirip cafe. Tapi dalam format bangunan dan interior seperti itu, kami menawarkan kehangatan, persahabatan, dan suasana yang santai ala warung angkringan. Gitu Mas.. Terserah Mas-nya mau gimana ngomongnya nanti, pokokmen bunyinya gitulah kira-kira…” Demikianlah ide dari si klien yang di-beo-kan dengan suksesnya oleh AE yang menerima order iklan ini.

Ada yang bisa bikin script iklan dengan durasi 60 detik dalam waktu kurang dari 15 menit dari ide seperti itu? Anyone?

Catatan:  Ini adalah posting blog awal saya ketika pertama kali punya domain sendiri, pada 31 Desember 2006, ceritanya mau ber-prosa-ria sih. Diposting ulang dalam rangka Hari Blogger Nasional 27 Oktober 2012