Ada sebuah teka-teki dagelan terlontar saat wayang kulit memasuki adegan Limbukan. Gini:

T: Apa bedanya tempe dan lontong?
J: Bedanya, kalau tempe dimasukkan ke lontong, jadinya arem-arem. Nah, kalau lontong dimasukkan ke tempe, jadinya merem-merem.

Terlepas dari apa makna dagelan tersebut, arem-arem memang kudapan yang dapat diandalkan terutama jika sedang dalam perjalanan. Gabungan antara nasi dengan isian tempe, telur, ayam, bahkan gudeg yang dibungkus daun pisang ini, sangat ringkas dibawa dan mudah dikonsumsi tanpa harus menggunakan sendok, piring, garpu, dan alat makan lainnya.

Meskipun secara konsep mirip dengan Kimbab (Korea) atau Onigiri (Jepang), namun secara teknologi mungkin arem-arem lebih unggul, setidaknya leluhur kita memikirkan bagaimana caranya makanan ini tetap higienis sebelum dikonsumsi, makanya kudu dibungkus daun pisang. HIDUP LELUHUR!!!