Cover buku SOEKAMTI GOES TO PAPUA. Mungkin jadi agak aneh ya. Katanya ini seri “Mungkin Tak Ada di Buku Soekamti Goes To Papua”, lha tapi kok ngomongin cover yang jelas terlihat di buku ini?

Sebenarnya tidak aneh-aneh banget kok. Karena walaupun secara fisik cover buku ini ada dan terlihat jelas, tapi keliatannya cerita di balik cover ini belum diceritakan di dalam buku.

Kesan awal yang muncul dari kawan-kawan kantor ketika cover buku ini selesai diberi sentuhan akhir oleh Mas Fanikini adalah: “Kok kayak cover bukunya Dan Brown, ya?”

Entah miripnya di mana, karena setelah dicek cover-cover buku karya beliau, tidak ada kesamaannya sama sekali.

Lalu ada kawan sesama tempat nongkrong di angkringan berkomentar: “Ini covernya tahun 90-an banget…”

Alasannya karena agak berbeda dengan cover-cover buku jaman sekarang yang kebanyakan pakai ilustrasi, buku ini cuek aja muncul dengan cover berupa foto. Tentu saja dengan ada sedikit tambahan sedikit di sana-sini biar enggak keliatan terlalu wagu.

Pemilihan foto sebagai cover buku ketimbang ilustrasi karena ini kita sudah jauh-jauh sampai Papua, banyak mengambil foto keindahan alam, manusia, dan budaya di sini, kenapa enggak ditampilkan secara maksimal aja?

Lalu dari sekian banyak foto indah yang sudah diperoleh, mengapa dipilih foto yang saya ambil hanya dengan kamera saku sederhana ini?

Alasannya karena, dari 30 hari lebih berada di Papua, hal terindah yang sangat sukar ditemui adalah matahari terbit dan matahari terbenam yang terlihat jelas tanpa tertutup mega.

Ini adalah nyaris satu-satunya hari selama pelayaran ini, kita bisa melihat dan mengabadikan matahari terbenam yang kuning keemasan paripurna.

Satu lagi alasan yang memperkuat niat ingin membuat foto ini jadi cover buku adalah buat saya sendiri ini bisa sebagai pengingat pada Kurabesi, seorang panglima perang besar dari Raja Ampat yang juga jadi nama kapal pinisi yang kita tumpangi selama di Papua.

Menurut cerita orang-orang tua di Raja Ampat, Kurabesi pada masa mudanya selain pemberani dan punya jiwa petualangan membara, beliau juga memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Salah satu keingintahuan Kurabesi muda adalah ingin tahu di mana letaknya matahari terbenam. Oleh karena itu ia berpetualang berlayar menuju barat. Sampai akhirnya beliau berhenti di kerajaan Tidore untuk membantu kerajaan tersebut menghalau musuh yang akan menyerang.

Gitu kurang lebih.