July 6, 2020

Dengarkan-Lihat-Resapi-Jawab

Kawan-kawan, tanpa sama sekali bermaksud mempromosikan single “Teman Hidup”-nyaTulus ini, jika tidak keberatan saya mengajak kawan-kawan mendengar, melihat, dan meresapi video klip ini secara keseluruhan.

OK, mungkin banyak yang sudah sering melihat video klip ini dan hapal lagunya, tapi tolong, jika tidak keberatan sekali lagi saya mengajak kawan-kawan mendengar-melihat-meresapi video klip ini dari awal sampai akhir.

Mari kita mulai…

 

Bagaimana, sudah selesai mendengar-melihat-meresapi video klip tersebut?

Kalau sudah, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada kawan-kawan dan mohon jika tak keberatan, kawan-kawan sudi menjawabnya. Pertanyaannya adalah:

Menurut kawan-kawan, apakah lokasi di mana video klip ini dibuat, keberadaan para tokoh, serta aktivitas para tokoh di  video klip tersebut, dapat terwakili dengan sebuah logo baru yang beberapa waktu lalu tampil ke publik dan konon pembuatannya memakan biaya sekitar 1.5M?

temukonco

husband | food-lover | good-listener | secret-keeper | story-teller | TemuKonco Podcast | merindukan ngopi a la kopi tiam | lengkap dengan roti sari kaya | dan telur setengah matangnya

View all posts by temukonco →

12 thoughts on “Dengarkan-Lihat-Resapi-Jawab

  1. Ini video klip yang menggambarkan, dan mempromosikan Jogja banget, walaupun gak pakai tulisan Jogja sama sekali.

    Dan konon kabarnya, biaya bikin video klip ini murah meriah saja.

    Logo TOGUA kurang terasa jogjanya. Terasa urban, sok kota.

  2. hmm..

    sakngerti saya, lagu iku mbikinnya di yogya om..
    nek logo sing lagi diributke kae kan dinggo togua, kota masa depan..

    ..depan kali opak, mlumpato, ben ndang uwis.

    *bali ngurek2 kertas neh, ra ketang kerine mung dadi draft*

      1. ssst.. ojo dibahas nang kene om..
        mengko nek konangan karo kantor marketing kae, kono ora jupuk copywriter neh.. lha gari ngematke komen2, njur dipasang nang design description, bar.. :))

      2. ssst.. ojo dibahas nang kene om..
        mengko nek konangan karo kantor marketing kae, kono ora jupuk copywriter neh.. lha gari ngematke komen2, njur dipasang nang design description, bar.. :))

  3. IMAMWHO (in my and my wife humble opinion), arti dan makna logo TOGUA yang dibuat oleh Pak Hermawan Kertajaya sebenarnya OK. Tapi eksekusinya kurang pas. Bisa sangat jadi dikarenakan desainer dari timnya Pak HK bukan orang Jogja. Jadi belum dapat feelnya sebagai Jogja. Logo TOGUA sangat kental terasa modern dan hedonisnya. Persis seperti Jakarta (dugaan kami bahwa pembuat logo tersebut bersemayam di Jakarta).

    1. Kalo bagi saya yang mengganjal itu (selain sekilas tebaca TOGUA), adalah “pemaksaan” huruf-huruf itu menjadi simbol-simbol. Sehingga kesannya otak atik gathuk. Misalnya, huruf “O” melambangkan “Wong Cilik” karena diambil dari bentuk-bentuk wajah mereka. Berarti kalo “Wong Gede” wajahnya semacam jajaran genjang atau trapesium gitu to ya? Hihihi…

      Kemudian yang menurut saya secara kultural cukup menyedihkan adalah makna huruf “J” yang kedua, yang menghubungkan Pasar Beringharjo – Alun-alun Utara – Kraton – Masjid Gede. Di sini nampaknya si pembuat logo tidak mengetahui adanya “Garis Imajiner” dari Laut Selatan – Panggung Krapyak – Kraton – Tugu – Gunung Merapi, yang melambangkan Manunggaling Kawula Gusti.

      Dan saya setuju sekali dengan dugaan Mbak dan Mas, bahwa pembuat logo ini tidak bersemayam di Yogyakarta. Kalaupun bersemayam di Yogyakarta, mungkin yang bersangkutan kurang aktif melakukan pengumpulan data 😀

  4. ssst.. ojo dibahas nang kene om..
    mengko nek konangan karo kantor marketing kae, kono ora jupuk copywriter neh.. lha gari ngematke komen2, njur dipasang nang design description, bar.. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.