September 29, 2020
Murni 83 Es Teler Duren

Tempat makan legendaris: Murni 83

Ada sensasi yang unik tiap usai mengunjungi kembali sebuah rumah makan legendaris di kota ini. Salah satunya Murni 83.

Rasa deg-deg-an ketika menanti menu andalan yang dulu selalu dipesan siap tersuguh di hadapan.

Harap-harap cemas. Di satu sisi, tak sabar ingin segera melepas kerinduan pada hidangan andalan yang selalu kita pesan setiap ke tempat ini, bertahun-tahun lalu.

Namun di sisi lain sedikit muncul rasa was-was. Jangan-jangan rasanya berubah. Tidak sama ketika dulu pertama kali mencicipinya di sini. Sekian belas tahun lalu.

Jika ternyata hidangan andalan kita rasanya masih sama seperti dulu, tentu saja selain rasa gembira, tak jarang cita rasa hidangan tersebut seolah memutar kembali berbagai kenangan menyenangkan dari masa lalu di benak kita.

Namun kalau yang terjadi sebaliknya. Rasa hidangan andalan dan kenangan itu rasanya tak sama lagi dengan apa yang tersimpan di ingatan kita. Bisa-bisa seharian itu mood kita akan hancur berantakan. Berputar-putar di antara kecewa, sedih, gondok, rindu, dan semacamnya.

Ya mau gimana lagi. Itu adalah risiko berkunjung ke rumah makan yang karena sudah sangat lama berdiri sampai-sampai nyaris separuh memori kita beririsan dengan tempat itu.

Sebagai sebuah kedai yang berdiri sejak 1978 di Jogjakarta, kenangan jajan di Murni 83 ada dan tersimpan di benak banyak penduduk kota ini.

Tempat ini sendiri secara frontal tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah sebuah warung, restoran, rumah makan, atau warung es teler. Setidaknya pilihan-pilihan itu tidak tertulis besar-besar di bagian depan bangunan ini. Karena yang tertulis ya cuma namanya, Murni 83, tanpa embel-embel lainnya.

Sehingga ada yang menyebut ini Rumah Makan Murni 83, ada yang bilang Warung Makan Murni 83, dan ada pula yang lebih mengenalnya sebagai Es Murni 83. Saya termasuk orang yang terakhir ini.

Adapun angka 83 yang turut menjadi nama tempat ini, berasal dari nomer rumah tempat lokasi ini berada di masa awal buka dulu. Kalau sekarang nomernya jadi 45. Lengkapnya, Jalan Tukangan No. 45.

Bukan. Perubahan nomer itu bukan karena warung ini pernah pindah lokasi, tapi karena nomer bangunannya yang memang berganti, mengikuti perubahan jaman.

Untunglah, untuk masalah cita rasa, ia tidak turut berubah. Selama berkunjung dan memesan menu-menu andalan di tempat ini, belum pernah merasa kecewa karena rasanya selalu kampiun.

Bahkan, sampai lupa memotret es teler duren ini sebelum mencicipinya. Jadinya ya tampilannya jadi gitu. Mohon maaf…

temukonco

husband | food-lover | good-listener | secret-keeper | story-teller | TemuKonco Podcast | merindukan ngopi a la kopi tiam | lengkap dengan roti sari kaya | dan telur setengah matangnya

View all posts by temukonco →

2 thoughts on “Tempat makan legendaris: Murni 83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.