Percaya atau tidak, di buku Soekamti Goes To Papua ini ada resep memasak ikan kuah kuning.

Beberapa teman ada yang menduga ide saya memasukkan resep masakan ikan kuah kuning ini cuma akal-akalan saya biar halaman bukunya jadi lebih banyak.

Padahal keinginan saya untuk menyisipkan sebuah resep makanan di buku yang akan saya buat sudah ada sejak lama sekali. Iya sebenernya saya udah lama niat pengen nulis buku, cuma waktu itu belum tahu mau nulis buku apa.

Keinginan itu muncul gara-gara membaca buku Seno Gumira Ajidarma berjudul Kematian Donny Osmond.

Buku terbitan 2001 ini terbilang unik karena selain terdiri dari kumpulan cerita, di dalamnya juga ada komiknya, banyak gambarnya, daaaan… ada resep membuat otak-otak!

Sejak membaca buku itu saya bertekad kalau nanti menulis buku, maka gimana caranya saya akan memasukkan resep masakan di buku tersebut. Walaupun buku itu tidak ada kaitannya langsung dengan masak-memasak!

Tujuan lainnya tentu saja memberi informasi tambahan buat teman-teman pembaca. Siapa tahu ingin memasak sendiri ikan kuah kuning ini agar bisa mencicipi secara langsung.

Sehingga keinginan saya agar teman-teman pembaca bisa benar-benar merasakan dan tidak hanya membayangkan apa yang sudah dilalui selama di Papua kemarin.

Walaupun pastinya itu bakal susah terwujud ya, tapi setidaknya usaha menuliskan resep ini siapa tahu bisa setidaknya membantu menjawab kalau ada yang benar-benar penasaran seperti apa sesungguhnya bentuk dan rasa masakan ikan kuah kuning a la Biak yang resepnya diwariskan dari Ibunda Kak Melki ke Kak Melki-nya yang turun tangan langsung memasak hidangan khas Maluku dan Papua ini.

Teman-teman kalau sudah ada yang pernah mencoba resep yang ada di buku Soekamti Goes To Papua, mohon diinformasikan ya, apakah resep itu berhasil atau malah ambyar.

Kalau berhasil saya ikut senang. Kalau gagal ya mohon maaaf… 😀