Bertemu teman, menemukan kawan

Musik, Sela

Untung tinggal di desa

untung-tinggal-di-desa

Untung tinggal di desa. Adalah hal yang terbersit ketika pertengahan Januari lalu menerima kiriman paket berisi buku “Going South to The North: Menikmati White Shoes and The Couples Company dari dekat bersama Felix Dass“.

Sesuai judulnya, buku ini menceritakan group musik White Shoes and The Couples Company ketika tur ke Darwin Australia, untuk tampil di Darwin Festival 2013, dari sudut pandang Felix Dass yang menyertai perjalanan mereka.

Sebenarnya sudah lama ingin memiliki buku ini, tapi kok ya baru sempat pesen di awal tahun ini.

Buat yang mengidolakan band keren ini, memiliki buku ini nampaknya bisa masuk dalam salah satu “Rukun Penggemar White Shoes and The Couples Company” yang wajib ditunaikan. Dan ini bukan iklan ataupun endorsement berbayar lho ya.

Singkat cerita transaksi berjalan lancar, baik dari sisi pemesanan, pembayaran, maupun penerimaan barang tersebut.

Uniknya, saat menerima barang, baru sadar kalau alamat tujuan yang dituliskan pengirim keliru. Itupun karena si pengantar paket yang memberitahu kalau alamat yang tertera keliru.

Jadi misalnya alamat saya adalah “Jalan Bikini Bottom No. 498 B”, tapi yang tertulis adalah “Jalan Bikin Bottom No. 49 B”.

ternyata tinggal di desa memberikan semacam privilege pada saya.

Hal tersebut kemudian menyadarkan bahwa paket ini memang agak terlambat sampai sekitar 2 atau 3 hari dari perhitungan saya. Tapi tidak apa, yang penting bukunya sampai.

Dan saya bersyukur.

Bersyukur bukan hanya karena paket tersebut tiba dengan selamat di tangan, tapi juga bersyukur karena untung tinggal di desa. Bukan di kota besar.

Sebab ternyata tinggal di desa memberikan semacam privilege pada saya dan mungkin orang-orang lain yang senasib dengan saya tinggal di desa.

Privilege ini adalah dalam hal penulisan alamat, kami orang yang tinggal di desa kadang kala tidak perlu sedetail orang kota menuliskan alamat.

Kami hanya perlu menulis alamat kurang lebih seperti ini:

Supoyo
Cabean, Bumirejo
Lendah, Kulon Progo
DIY

bandingkan dengan alamat di kota besar yang seperti ini:

Suatu Kantor
Plaza Great River 15th Floor
Jl Rasuna Said Kav. X-2 No. 1
Jakarta 12950

Sehingga dengan kesederhanaan penulisan alamat tersebut, biasanya surat atau paket bisa sampai dengan selamat ke penerimanya. Meskipun ada sedikit kesalahan nomer rumah atau RT. Asal nama Provinsi, Kabupaten, Desa, dan Dusun-nya benar. Biasanya akan sampai.

Walau ya itu tadi, kadang agak telat dari waktu yang seharusnya.

Namun hal tersebut dapat disiasati dengan sering-seringlah bergaul dan srawung dengan tetangga kanan kiri dan warga sekitar.

Ya kalau alasannya sekarang lagi social distancing, usahakan bisa masuk ke minimal grup WhatsApp RT setempat. Tentu saja disesuaikan dengan jenis kelamin ya.

Maksudnya kalau lelaki dewasa, ya bergabunglah dengan grup WhatsApp Bapak-bapak RT. Kalau perempuan ya di grup WhatsApp Ibu-ibu RT. Jangan sampai keliru. Bisa horror!

Dengan sering bergaul dan dikenal oleh masyarakat sekitar, biasanya kalau ada surat atau paket yang datang ke kantor atau rumah kepala dusun, kalau ada tetangga kita yang kebetulan sedang ada urusan dengan kantor dusun, biasanya akan dimintai tolong oleh Pak Kepala Dusun untuk sekalian membawa surat atau paket tersebut ke rumah kita.

Tentu saja dengan catatan paket tersebut dalam wujud yang masih wajar dan masuk akal dibawa oleh satu orang yang mengendarai sepeda atau sepeda motor.

Jadi kalau paketnya berisi kulkas dua pintu, tentu saja bakal lain ceritanya.

2 Comments

  1. Zam

    kalo di sini, alamat cuma nama jalan, nomor, dan jangan lupa: kode pos. cuma ya repot kalo misal salah nulis nomor, atau nama tujuan tidak terpasang di papan depan apartemen.

    ini malah beberapa kali ada paket untuk orang sebelah (yang kami ga kenal kenal amat, cuma tau dari nama yang tertera) dititipkan ke kami. malah jadi tau orangnya yang mana.. ­čść

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.