Ada kawan yang bertanya kenapa sih kok judulnya berbahasa Inggris, Soekamti Goes to Papua? Mengapa tidak bahasa Indonesia saja jadi Soekamti Pergi ke Papua?

Padahal kan selain isi bukunya berbahasa Indonesia, di dalamnya banyak bercerita tentang mencintai Indonesia. Tapi kok judulnya malah ke-barat-barat-an. Sok-sok-an Bahasa Inggris?

Jadi gini, semuanya itu tidak lain dan tidak bukan karena sejak awal rencana perjalanan ke Papua ini, setiap informasi yang diposting berhubungan dengan kegiatan itu, selalu diikuti hashtag #SoekamtiGoesToPapua.

Ini terus dilakukan juga selama perjalanan di Papua, bahkan sampai kegiatan-kegiatan sepulang dari Papua. Semuanya diberi hashtag itu.

Sementara itu, dari mulai draft awal hingga buku ini siap dicetak judul yang pasti belum juga didapatkan. Ada beberapa usulan judul tapi masih dirasa kurang pas.

Akhirnya, karena makin mendekati deadline buku untuk siap naik cetak, disepakati judul buku ini adalah Soekamti Goes to Papua agar sejalan dengan hashtag yang digunakan untuk mempromosikan seluruh kegiatan ke Papua ini sejak awal.

Semoga judul yang keminggris ini tidak mengurangi kenikmatan membaca buku ini ya.