Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” diawali Pungkasan Lekasan

Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” diawali Pungkasan Lekasan, digelar Kamis malam (19/11) mulai jam 19:00 WIB secara daring melalui situs Ngayogjazz.

Kegiatan ini menandai berakhirnya seri “Lekasan” –semacam kegiatan pra-kegiatan Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar”– yang digelar secara daring tiap minggu sejak 14 September lalu, dan disiarkan langsung dari Citraweb Cultural Center, Yogyakarta.

Setelah sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali, maka Kamis malam kemarin, digelarlah kegiatan Pungkasan Lekasan Ngayogjazz 2020 ini.

Acara tersebut selain menandai berakhirnya kegiatan pra-kegiatan “Lekasan”, sekaligus mengawali rangkaian Ngayogjazz 2020 yang juga akan dilaksanakan secara daring pada 19 – 21 November 2020.

Pungkasan Lekasan Ngayogjazz 2020

Pungkasan Lekasan Ngayogjazz 2020 kemarin malam diawali dengan penampilan More on Mumbles. Duo yang terdiri dari Lintang dan Awan ini membawakan lagu-lagu dari album mereka Bersandar pada Rasa, yaitu Harus Bilang Cukup dan Bersandar pada Rasa.

More on Mumbles
More on Mumbles

Pada giliran berikutnya, seluruh pembawa acara Ngayogjazz sejak pertama kali digelar pada tahun 2007, hingga tahun kemarin bersama-sama tampil membuka acara di studio Citraweb Cultural Center. Uniknya, masing-masing pembawa acara tersebut mengenakan t-shirt seragam panitia Ngayogjazz dari tahun yang berbeda-beda.

Komunitas Jazz Mben Senen melanjutkan menghibur para penonton yang setia menunggu di rumah dengan membawakan lagu-lagu Siapa Namanya, Sir Duke, Chega de Saudade (No More Blues), Lah Laruik Sanjo, dan Just Friends.

Ngayogjazz 2020 "Ngejazz Tak Gentar" - Jazz Mben Senen
Jazz Mben Senen

Setelah interview ringan penuh canda dengan show director kenamaan Jogjakarta yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Ngayogjazz selama ini, Vindra Diratara, penonton kembali disuguhi alunan musik. Kali ini dari Mario Zwinkle & Joyosudarmo’s.

Mario Zwinkle, rapper muda besutan Hellhouse ini membentuk band bernama Joyosudarmo’s setelah album perdananya “Soul Plane” rilis awal tahun ini.

Joyosudarmo’s sendiri terdiri dari Endy Kapetak (drum), Neo (keyboard), Yabes (bass), Boim (gitar), Daniel (saxophone), dan Diwa, Nilam, dan Ninis (vokal).

Mario Zwinkle & Joyosudarmo’s

Band yang punya yel-yel unik sebelum naik panggung, yaitu seruan “Joyosudarmos!” yang kemudian bersama-sama dijawab “Suuuggeeeh!”, kemarin malam menampilkan Gold Staxx, Livin It Up medley Good Time, Rough Tracks, Soul Plane, Street Cruisin, Killa Skit medley Funk Yeah.

Semua lagu tersebut diambil dari album Soul Plane, kecuali Funk Yeah yang merupakan single Mario Zwinkle yang dirilis tahun 2016 silam.

Akhirnya, Brasszigur Brass Band tampil jadi penutup Pungkasan Lekasan sekaligus Hari Pertama rangkaian pelaksanaan Ngayogjazz 2020.

Kelompok musik yang mengusung konsep Street Musician ini berdiri pada 2012 dengan personel awal Kharisma Misbachullah (trumpet), Odiek Setya (trumpet), Danar Dono D. K (tenor sax), Jhonysep (alto sax), Erwanto Cahyo N (trombone), Agus Setiawan A (trombone), Aji Sukma P (tuba) dan duo perkusi oleh Dwi Joko Y & I Nyoman Triesnawara, kemudian setelah sempat vakum beberapa tahun kini kembali aktif dengan dengan personel baru Aditya Susilasakti (trumpet), Fauzan Febriyansyah (alto sax), dan Alfin Satriani (drum).

Brasszigur Brass Band

Pada kesempatan ini, Brasszigur Brass Band memberi kejutan-kejutan menyenangkan pada penonton dengan melakukan featuring dengan Indah Yulita ketika membawakan Cheeroke, dan Mas Gendut, pemain kendang dari Oom Wawes saat membawakan Red Wine.

Hal istimewa lain yang disajikan kelompok musik yang mengawali karirnya dengan karya berjudul Big City dan No Name ini adalah dengan pertama kali membawakan single terbaru mereka “Punchdemic”, ke ruang dengar para pemirsa.

Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” Agenda Hari Kedua

Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” hari kedua bertema “Ngayogjazz dalam Layar” akan dimulai sekitar jam 20:00 WIB dan seperti bisa dapat disaksikan melalui situs www.ngayogjazz.com

Ngayogjazz dalam Layar ini visualisasi aktivitas komunitas jazz, suasana di Dusun Karangtanjung, Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta dan berbagai upaya yang dilakukan warga dusun dalam memelihara budaya tradisinya. Juga akan menghadirkan cerita kreatif di balik panggung sekaligus suasana perayaan Ngayogjazz.

Adapun yang akan tampil malam ini adalah Cokekan Desa Karangtanjung, Tricotado, Huaton Dixie, Rampak Emban Karangtanjung, Etawa Jazz Club, Berdua Saja, Good Pool, dan Mucichoir.

Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” masih akan berlangsung hingga 21 November 2020, dan semuanya dapat dinikmati secara daring dan gratis tanpa harus membayar tiket masuk.

2 thoughts on “Ngayogjazz 2020 “Ngejazz Tak Gentar” diawali Pungkasan Lekasan”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.