August 6, 2020

Jodoh dan Jogging

“We’re all unlucky in love sometimes. When I am, I go jogging. The body loses water when you jog, so you have none left for tears.”

(Chungking Express – 1994)

Jadi gini, kemarin ada ontran-ontran yang menyangkut elit-elit partai, sebenernya saya ndak perduli sih, lha wong saya ya ndak ada niat milih partai itu. Namun yang menarik adalah, ternyata elit-elit partai itu banyak yang beristri lebih dari satu.

Sebenernya itu juga semula ndak patio tak pikir karena tidak secara langsung menggangu jalannya hidup saya.

Chungking Express (1994)
Chungking Express (1994)
Sumber: Filmmisery.com

Sampai kemudian saya teringat kawan-kawan saya yang masih jomblo dan berjuang mencari jodoh untuk menemani mereka kelak sepanjang hidup. Sejak itu saya melihat ada ketidakadilan yang kentara di sini.

Memang benar ada pepatah yang berbunyi “all’s fair in love and war“. Maksudnya, dalam perang atau cinta, ndak ada itu istilah “fair“, jadi selama belom jadi istri/suami atau belum dipinang, sebenernya masih boleh ditikung sih 😀

Tapi kan itu kalau dalam kondisi masing-masing sama, setara, dan selevel. Misalnya kalau perang, ya negara lawan negara. Gitu.

Nah dalam kasus ini, keliatannya tidak adil deh.

Bayangkan, elit-elit yang tentu saja punya kuasa, pengaruh, dan tentu saja uangnya melimpah, berebut jodoh dengan mahasiswa-mahasiswa yang jangankan kuasa dan pengaruh, uang saja kadang-kadang mepeett banget.

Tentu saja bermodalkan apa yang dimilikinya, dengan mudah elit-elit itu memperbanyak koleksi jodohnya sementara para jomblo, terkapar tak berdaya di tepi jalan perebutan jodoh.

Taktik dan Strategi

But fear not, my friends… Saya punya ide supaya kita bisa menyeimbangkan kedudukan, menyamakan peluang, dan syukur-syukur memenangkan pertempuran ini. Sederhana saja sebenarnya, yaitu jogging.

Sebenarnya tidak hanya jogging sih, tapi semua kegiatan olahraga yang menguras keringat secara murah meriah, termasuk bersepeda, skateboarding, atau hanya sekadar jalan sehat.

Semuanya bisa, selama murah, meriah, dan dilakukan di pagi hari (OK, ini memang berat buat mereka yang sukar bangun pagi, tapi ini demi jodoh man.. jodoh.. )

Murah menjadi syarat utama. Karena umumnya kondisi keuangan mahasiswa pas-pasan, kalau ada duit mending buat makan, beli baju, atau kongkow ketimbang daftar jadi anggota fitness club.

Meriah juga masuk menjadi syarat berikutnya. Selain biar jogging-nya lebih semangat, juga karena ini niatnya kan cari jodoh ya. Bayangkan kalau tiap jogging, lebih memilih lokasi bersuasana nyenyet dan sendirian. Ha mau kapan bisa nemu jodohnya?

Kemudian, pagi hari dijadikan salah satu syarat kegiatan ini karena beberapa pertimbangan.

Pertama, seperti yang sudah banyak diketahui, udara pagi sangat sehat dan segar karena belum terlalu banyak polusi.

Kedua, ini kesempatan bisa melihat calon pasangan kita dalam kondisi benar-benar asli dan natural. Baru bangun tidur, tidak pakai make up, dan berkeringat. Biarpun demikian, percayalah pemandangan gadis muda berkeringat setelah jogging sedang minum dari botol air mineral di pagi hari itu indah.

Ketiga, calon jodoh kita juga akan melihat kita apa adanya. Baru bangun, berkeringat, dan mungkin ada yang ingah-ingih kelelahan setelah jogging. Tak apa, setidaknya kita tidak harus berbohong pada diri sendiri hanya demi dapat jodoh.

Keempat, (dan serius, ini rahasia). Menurut saya, elit-elit itu agak kurang suka jogging pagi. Kalaupun berolahraga biasanya di tempat-tempat fitnes. Meskipun mereka tetep ikut jogging pagi hari, pastinya kalian para jomblo sudah menang penampilan duluan. Sebab tetap sukar menandingi kesegaran, kegagahan, dan kerupawanan usia muda.

(Sekarang kalian tau kan alasan sebenarnya mengapa banyak tempat-tempat publik digusur dan kegiatan bersepeda di beberapa tempat dipersempit ruang geraknya? Eh tapi ini diem-diem ajaaa..)

Jadi, Minggu pagi yang akan datang, jika cuaca memungkinkan, mari jogging beramai-ramai. Siapa tau jodohmu telah berminggu-minggu ada di sana menunggu kalian mensejajarkan langkah. Kemudian untuk mulai pertama kali menyapa lalu berkenalan.

Aamiiinn…

Tapi eh tetapi, jika masih belum dapet-dapet juga jodohnya meskipun setelah beberapa minggu jogging, mungkin quote di awal tulisan yang saya ambil dari film-nya Wong Kar-wai tadi bisa membuat tetap semangat. Kurang lebih gini terjemahannya:

Kadang-kadang kita semua mengalami ketidakberuntungan dalam cinta. Kalau saya, saya biasanya jogging. Karena tubuh akan kehilangan cairan saat kita jogging, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk air mata.

Selamat berjuang… 🙂

temukonco

husband | food-lover | good-listener | secret-keeper | story-teller | TemuKonco Podcast | merindukan ngopi a la kopi tiam | lengkap dengan roti sari kaya | dan telur setengah matangnya

View all posts by temukonco →

18 thoughts on “Jodoh dan Jogging

  1. Lha nek neng Sulang sing metu esuk2 ngono kui Simbok-Simbok tindak sabin je Om.. Opo yo tego aku oleh jodo simbok-simbok.. Trus simbok2 kemringet trus ngombe wedang gendulan kui.. Aduh.. Suram.. 🙁

    1. Wah nek kondisine ngono kuwi ya ketokke ra iso diterapke pancen Mas. Eh nek ora, piye nek simbok-simbok e diceraki lan diewangi, sopo ngerti duwe anak opo putu sing wangun… Istilah e, sak durung e nyekel manuk e, kudu ngopeni kandang e sik. Piye? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.